Welcome~ :)

Blog ini adalah sekumpulan coretan yang dihimpun pada masa sekolah dan--semoga--masa kuliah. Bila berkenan, tinggalkan komentar berisi saran yang berguna untuk kemajuan blog ini.
Semoga blog ini banyak memberi manfaat :)
Ada kesalahan di dalam gadget ini

The Daily Puppy

Jumat, 18 Februari 2011

Indikator Asam Basa Alami


A. Tujuan
Pada percobaan ini kita akan membuat indikator asam basa alami. Kemudian dengan menggunakan indikator tersebut kita dapat membedakan larutan asam kuat, asam lemah, larutan basa kuat dan basa lemah.
B. Dasar Teori
Kunyit, tela ungu, kol merah, bunga sepatu, dan indikator alami yang lain memiliki pigmen warna sehingga ketika diekstrak akan menghasilkan warna tertentu. Ekstrak tersebut dalam keadaan netral. Zat warna tumbuhan yang diekstrak akan menghasilakan warna yang berbeda dalam pH yang berbeda-beda. Oleh sebab itulah tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai indikator alami yang dapat menentukan sifat asam atau basa suatu zat.
Hasil pengujian warna terhadap larutan baku yang memiliki pH tertentu, menunjukan pH dimana indikator alami tersebut bekerja. Warna ini dapat digunakan sebagai standar dalam pengukuran pH dari larutan yang belum diketahui pH-nya.
C. Alat dan Bahan
Alat dan Bahan
Ukuran/Satuan
Jumlah
Gelas kimia
100 mL
2 buah
Tabung reaksi/rak
besar
9/1
Pipet tetes

1 buah
Kaki tiga

1 buah
Pembakar spirtus

1 buah
Kasa

1 buah
Cuter

1 buah
Korek api

1 pak
Tela ungu

1 buah
Kunyit
besar
1 buah

D. Cara Kerja
1. Potong bahan yang akan dijadikan indikator dalam ukuran kecil-kecil ( 1x1x1 cm) masukkan dalam gelas kimia ( 4-5 potong) dan tuangkan akuades hingga bahan indicator terendam (ketinggian campuran 2 cm).
2. Panaskan hingga warna indikator alami tampak luntur dan hampir mendidih ( 10 menit).
3. Larutan (ekstrak) hasil rebusan tersebut dinamakan indikator.
4. Teteskan (10-20 tetes) indikator tersebut ke dalam larutan berturut-turut: HCL 1 M, CH3COOH 1 M, NH4OH 1 M, NaOH 1 M. Amati warnanya. Hasilnya merupakan warna pembanding bagi uji larutan lain. (untuk pengamatan yang lebih teliti/membedakan intensitas warnanya gunakan kertas putih sebagai layar).
5. Selanjutnya teteskan indikator di atas ke dalam larutan-larutan: H3PO4 1 M, air ACCU, air sabun, air deterjen, air kapur. Amati dan catat warna yang terjadi lalu bandingkan dengan warna yang terdapat pada butir 4.
E. Data Pengamatan
No
Jenis Larutan
Warna Setelah Diberi Indikator (Tela Ungu)
Warna Setelah Diberi Indikator (Kunyit)
Sifat Larutan
pH (<7 atau >7)
1
HCl 1M
Merah
Kuning Muda
Asam Kuat
<7
2
CH3COOH 1M
Merah Muda
Kuning
Asam Lemah
<7
3
NH4OH 1M
Hijau
Jingga
Basa Lemah
>7
4
NaOH 1M
Hijau Kekuningan
Kuning Kecoklatan
Basa Kuat
>7
5
H3PO4 1M
Merah
Kuning Muda
Asam Kuat
<7
6
air ACCU
Merah
Kuning Muda
Asam Kuat
<7
7
air sabun
Ungu
Kuning Terang
Basa Lemah
>7
8
air deterjen
Hijau Kebiruan
Jingga
Basa Lemah
>7
9
air kapur
Biru Muda
Jingga Terang
Basa Lemah
>7

F. Analisis Data
No
Gambar Percobaan
Keterangan
1
Indikator alami dari ekstrak kunyit.
2
Indikator alami dari ekstrak tela ungu.
3
Foto larutan-larutan setelah ditetesi ekstrak tela ungu (tampak depan, urutan larutan dari kanan-kiri).
4
Foto larutan-larutan setelah ditetesi ekstrak tela ungu (tampak belakang, urutan larutan dari kiri-kanan).
5
Foto larutan-larutan setelah ditetesi ekstrak kunyit (tampak depan, urutan larutan dari kanan-kiri).
6
Foto larutan-larutan setelah ditetesi ekstrak kunyit (tampak belakang, urutan larutan dari kiri-kanan).
Keterangan:
Indikator alami memang dapat menguraikan asam kuat dan basa kuat secara sempurna.Akan tetapi untuk larutan-larutan yang sifatnya asam lemah atau basa lemah, indikator alami kurang bisa mendeteksi sifat zat dengan baik. Contohnya H3PO4. Larutan yang seharusnya bersifat asam lemah saat ditetesi indikator alami malah menunjukkan sifat seperti asam kuat. Oleh karena itu, penggunaan indikator alami tidak selalu tepat pada beberapa larutan. Sehingga untuk lebih meyakinkan, sebaiknya larutan-larutan tersebut diuji dengan menggunakan indikator sintetis. Kesalahan sistematika juga dapat mempengaruhi benar tidaknya suatu indikator saat digunakan.


G. Pertanyaan
1. Apakah yang dimaksud dengan indikator asam basa? Berikan contohnya!
Zat yang memberi warna berbeda dalam  lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).
2. Suatu indikator berwarna biru dalam air kapur dan berwarna kuning dalam asam cuka. Bagaimanakah warna indikator itu dalam:
a. air deterjen b. air sabun c. air ACCU
Jelaskan jawabanmu!
  1. Biru. Karena sama seperti air kapur, air deterjen juga bersifat basa lemah. Sehingga saat indikator itu diteteskan pada air deterjen akan memberikan warna yang sama dengan saat diteteskan pada air kapur.
  2. Biru. Karena sama seperti air kapur, air deterjen juga bersifat basa lemah. Sehingga saat indikator itu diteteskan pada air deterjen akan memberikan warna yang sama dengan saat diteteskan pada air kapur.
  3. Kuning. Karena air ACCU dan asam cuka sama-sama bersifat asam. Sehingga saat keduanya ditetesi dengan indikator yang sama, maka keduanya akan menunjukkan perubahan warna yang sama.
3. Suatu indikator berwarna kuning dalam larutan KOH dan berwarna merah dalam larutan asam sulfat ketika diteteskan ke dalam larutan X berwarna hijau. Bagaimana sifat larutan X?
Sifat larutan X adalah basa lemah. Karena saat indikator tersebut diteteskan pada larutan KOH yang bersifat basa kuat menunjukkan warna kuning sedangkan saat indikator tersebut diteteskan pada larutan asam sulfat yang bersifat asam kuat menunjukkan warna merah. Sedangkan saat diteteskan pada larutan X indikator tersebut menunjukkan warna hijau. Warna hijau sendiri lebih mirip dengan warna kuning daripada warna merah walaupun tidak 100% sama. Dan bila dilihat dari hasil percobaan tersebut maka larutan X bersifat basa akan tetapi tingkat ke-basaannya berbeda dengan larutan KOH yang sifatnya basa kuat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa larutan X bersifat basa lemah.
G. Kesimpulan
1. Indikator asam basa adalah zat yang memberi warna berbeda dalam  lingkungan asam dan lingkungan basa (zat yang warnanya dapat berubah saat berinteraksi atau bereaksi dengan senyawa asam maupun senyawa basa).
2. Indikator alami memiliki pigmen warna sehingga ketika diekstrak akan menghasilkan warna tertentu. Warna inilah yang dapat menentukan sifat suatu zat dalam kondisi pH yang berbeda.
3. Dengan menggunakan ekstrak tela ungu sebagai indikator maka diperoleh kesimpulan bahwa larutan sifat larutan akan ditunjukkan dengan warna antara lain sebagai berikut:
a. Asam kuat berwarna merah.
b. Asam lemah berwarna merah muda.
c. Basa kuat berwarna hijau kekuningan.
d. Basa lemah berwarna hijau.
4. Dengan menggunakan ekstrak kunyit sebagai indikator maka diperoleh kesimpulan bahwa larutan sifat larutan akan ditunjukkan dengan warna antara lain sebagai berikut:
a. Asam kuat berwarna kuning muda.
b. Asam lemah berwarna kuning.
c. Basa kuat berwarna kuning kecoklatan.
d. Basa lemah berwarna jingga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar